Hellboy Pointer Kegiatan | Simphony Rimbaku
RSS
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Kartini Cantik "Bulu Sorongan"

Tanggal 21 April merupakan moment bersejarah buat perempuan-perempuan Indonesia,. Beberapa perempuan atau komunitas biasanya memperingati hari yang merupakan kebangkitan emansipasi wanita yang diprakarsai langsung oleh RA Kartini, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang memberi makna ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada bangsa ini. Begitupun dengan kami yang tergabung dalam satu komunitas yakni Komunitas Perempuan Petualang Indonesia.

Jelang hari kartini kami disibukkan dengan persiapan pendakian bersama yang dibuat khusus untuk wanita-wanita petualang, konsepnya adalah "Jambore Perempuan Petualang Indonesia", untuk meramaikan acara kamipun membuat iklan lalu disebar ke beberapa akun media sosial seperti facebook dan twitter, namun sebelum beriklan dan menentukan lokasi tentunya kami telah survey terlebih dahulu.

Bulu Sorongan yang merupakan lokasi kegiatan kami berada di Desa Parenreng Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Memiliki ketinggian 731 Mdpl dengan jalur yang lumayan dan menurutku cocok buat pemula, untuk ke tempat ini butuh waktu kurang lebih 2 jam (motoran) dari kota Makassar (kalau tidak macet), kemudian pendakian butuh waktu kurang lebih 3  jam untuk sampai ke puncak. waktu itu kami berangkat survey pagi dan tiba kembali di kota Makassar Sore sekitar pukul lima, kami diantar oleh Rexy dan Ipul (anak OC). Setelah survey kami terus beraktivitas lanjut dengan pembuatan brosur dan iklan.


Brosur Kegiatan

Dari iklan yang dibuat kami dapat 7 orang pendaftar yang fix ikut kegiatan, mereka adalah : Nisa, Rahma, Tanti, Ela, Dilla, Asra, Mama dedeh yang berasal dari kampus yang berbeda. Merekapun isi formulir dan melengkapi administrasi sesuai syarat dari panitia, setelah itu mempersiapkan alat/perlengkapan pendakian sesuai instruksi dari kami selaku penyelenggara kegiatan. Meski personil kami lumayan banyak waktu itu, namun yang siap turun lapangan cuma beberapa orang karena terkendala dengan kesibukan masing-masing, namun demikian yang lain juga  masih membantu dalam beberapa persiapan kegiatan seperti survey lokasi, penggalangan dana berupa bazar dan penjualan sticker, dan juga menghadiri rapat yang berhubungan dengan konsep acara.

Hari yang dinantikan tiba, panitia yang fix turun waktu itu cuma Tety (ketua panitia), Anri (Sekretaris) , Mol, Bunga, Chiby, Nani dan saya kami berjumlah 7 orang dan peserta berjumlah 7 orang, kumpul di sekret yang juga sekret FMI saat itu. Setelah semua siap kami berdoa bersama, lalu berangkat dengan menggunakan mobil angkot (pete-pete) yang sudah kami charter, ben dan piton (adik di MV) ikut bersama kami untuk back up dilapangan. sebagian panitia naik motor, karena berangkat sore kami tiba malam dan turun di ..... sekitar kaki gunung. Hari mulai gelap saat kami tiba, beberapa teman langsung mengeluarkan perlengkapan masak, sebagian lagi menyalakan lampu buat penerangan. Setelah makan malam kami langsung istirahat tapi saat hendak tidur terdengar suara bising diluar sana, nampak beberapa motor masuk pagar ternyata mereka adalah rombongan panitia, tety membawa satu orang teman cowok yang tak asing wajahnya, dia adalah supa (adik di MR), setelah lama bercerita saya lanjut beristirahat, mengingat besok kami masih harus beraktivitas.


Foto bersama di depan sekret


Tempat camp kami di Desa Parenreng

Pukul 09.00 kami mulai berjalan dari aula tempat kami camp ke kaki gunung Bulu Sorongan yang sudah tak jauh, karena perijinan sudah kami tembuskan ke pak Desa maka kami langsung berkumpul di kaki gunung, foto bareng (buat dokumentasi), doa bersama dan kemudian berangkat tepat pada pukul 10.00 Wita.

Latar Bulu Sorongan dibelakang kami

Berdoa bersama sebelum melakukan pendakian
Kami mulai berjalan melewati jalan setapak yang terbuka kemudian memasuki jalan dimana kanan kiri adalah area sawah penduduk, matahari lagi terik-teriknya saat itu, hinnga melewati persawahan ada tempat yang sedikit adem kami berhenti sejenak dan berteduh disana setelah itu kami mulai melewati jalan setapak yang agak lebar dan mulai menanjak, kami jalan beriringan, saya berjalan dibelakang Tety, ketupat sekaligus leader di lapangan, dibelakang saya ada mol (partner mendakiku), beberapa panitia dan peserta kemudian paling belakang ada chiby sebagai sweeper, sedang teman cowok berjalan pada jalur sebelah sambil memantau dan membiarkan kami mandiri.


Jalan beriringan pada awal start pendakian

Masih kompak jalan bersama


Sawah yang dilewati saat start pendakian
Rest sejenak








Tanjakan demi tanjakan kami lalui sampai kami tiba pada sebuah mata air yang mirip air terjun (atau mungkin sudah masuk kategori air terjun) , tempatnya cukup adem membuat kami betah disini tapi karena beberapa teman harus balik ke Makassar hari itu juga maka kami tak bisa berlama-lama, lanjut lagi berjalan hingga bukit teletubbies sorongan nampak didepan kami.

kekompakan peserta



Semuanya senang tapi karena kami tiba siang, kami harus mencari tempat-tempat adem disekitar bukit lalu beristirahat sejenak, masak kemudian makan siang, lalu lanjut pada acara lomba. Dari pusat Komunitas Perempuan Petualang Indonesia - Srikandi Nusantara mengirimi kami produk-produk dari sponsor, sebagian berupa kaos yang dipakai panitia dan lebihnya dijadikan hadiah lomba antara peserta dan panitia yang bukan cuma buat seru-seruan tapi juga buat meningkatkan semangat kami dalam memperingati Hari Kartini ini. beberapa lomba yang kami adakan yakni : lomba lari sambung matras/tim, lomba lari karung/tim dan lomba pidato/per orang (khusus peserta).


Seru-seruan panitia dan peserta

Lomba lari karung



Panitia dan Peserta

Setelah lomba sambung matras dan lomba lari karung selesai Mol, Bunga dan Nani pamit pulang karena besok senin dan mereka harus kerja, bagaimana denganku ? saya juga kerja tapi karena tanggungjawabku sebagai korwil di Hari Kartini besok maka saya harus  ijin telat masuk kantor. Tenda belum juga kami pasang saat waktu semakin sore, kami malah memilih main ke puncak sebelah dengan bekal snack dan senter. pada perjalanan ini kami harus nanjak-nanjak lagi tapi tidak lama karena puncaknya dekat, darisini pemandangan begitu indah, udara sejuk, hingga senja tiba pemandanganpun semakin indah.

Ceria bersama mereka

Sunset Bulu Sorongan

Foto bersama saat senja


Sudah hampir pukul 6 saat kami tinggalkan tempat ini dan tiba dibawah pukul 18.05 hari sudah mulai gelap dan kami segera bergerak memasang tenda masing-masing, kemudian lanjut beraktivitas yakni aktivitas masak-masak, meski sambil ngerumpi hasil masakan mereka tetap enaak. Setelah itu kami makan malam dan beristirahat karena besok masih ada agenda selanjutnya.

Tak kalah seru dengan lomba

ini nich perempuan-perempuan luar biasa
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya kala teman-teman sedang menikmati sarapan karena hendak muncak pagi itu, sedikit meluangkan waktu untuk mengabadikan moment pagi di bukit teletubbies sorongan, lalu semua bergegas siap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak yang sudah tak jauh darisini. Setelah siap kami lanjut nanjak dibawak teriknya sinar matahari pagi yang kadang berganti mendung sesaat, langkah yang begitu bersemangat pada moment ini membuat kami tiba cepat di puncak.

Keceriaan di pagi hari

Sarapan Pagi kami



Perjalanan menuju puncak

Setiba di puncak kami langsung lanjut agenda berikutnya yakni moment Memperingati Hari Kartini , karena emansipasi wanita bukan hanya menjadi sebatas wacana yang menghiasi kehidupan, terbukti dengan hadirnya kami disini adalah wujud keberanian untuk keluar dari zona nyaman  dan mengeksplor hobi serta bakat yang ada pada diri masing-masing. Kamipun mengenakan kebaya di puncak tapi tidak menjadikannya simbolisme semata karena dilanjutkan dengan lomba pidato bertema "Refleksi Perempuan Masa Kini" satu persatu mereka maju menunjukkan semangat dan bakat masing-masing. Setelah itu lanjut lagi dengan lomba Make Up (dandan), masing-masing berdandan dibawah teriknya cahaya matahari pada puncak Bulu Sorongan. Meski petualang mereka juga bisa dandan, jago masak, anaknya asik, seruu, apalagi yaa..? pokoknya  mereka the best. Setelah mengenakan kebaya dan make up, Bulu Sorongan yang indah menjadi lebih indah dengan adanya kartini-kartini cantik ini.


Memperingati Hari Kartini di Puncak Sorongan



Kartini-Kartini Cantik Bulu Sorongan

Kartini cantik Bulu Sorongan


Pemenang lomba pidato



Lomba pidato memperingati hari kartini


Terimakasih buat AVTECH yang sudah sponsor kegiatan kami
  
Seru-seruan sejenak dibawah teriknya matahari

Setelah rangkaian kegiatan selesai dan sinar matahari semakin terik, kami segera turun kembali ke bukit teletubbies melewati jalur sebelumnya, yang pasti setelah ganti kostum, sesampai dibawah kami langsung beres-beres, makan lalu packing dan siap-siap pulang.


Perjalanan turun dari puncak


Berdoa bersama sebelum turun

Setelah berdoa bersama kamipun langsung turun, dengan hati yang sangat lega karena kegiatan telah selesai, saya meninggalkan tempat ini dan berharap kapan-kapan bisa main kesini lagi. Kami mulai menjalani hijaunya hamparan luas bukit teletubbies lalu kembali melewati jalur terbuka dan jalan setapak juga kembali melewati sawah-sawah penduduk, lalu sampailah kami di sekolah tempat kami start perjalanan kemarin, disini sudah nampak kendaraan lalu lalang.


Perjalanan Turun dari bukit teletubbies

Didepan sekolah ada warung yang menyajikan minuman dingin, kami beristirahat disana, dan saya segera urus charteran mobil angkot untuk balik ke Makassar mengingat waktu yang semakin siang dan saya harus kembali masuk kerja. Tuntas sudah perjalanan dan juga kegiatan di Bulu Sorongan, terimakasih buat semua yang sudah berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini, terutama buat para sponsor,  Srikandi Nusantara pusat, Ben, Piton, Sikamali (Adik di MV) Supa (Adik di MR) dan Rexy (OC) dan juga kekompakan teman-teman Srikandi Nusantara Korwil Sulawesi.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Natural dan Indah "Bulu Moreno"

Moment Hari Gunung Sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 11 Desember  biasanya diperingati oleh para traveler, pendaki dan pecinta alam menjadi hari yang dijadikan titik sebagai peringatan agar semakin melestarikan dan menjaga gunung, Atas dasar ini Komunitas Perempuan Petualang - Srikandi Sulawesi hendak membuat suatu kegiatan pendakian bersama sekaligus aksi bersih, namun sebelum berkegiatan ada beberapa langkah awal yang perlu kami lakukan diantaranya adalah menentukan beberapa lokasi kemudian mengadakan survey. Salah satu tempat yang akan kami survey adalah Bulu Moreno, tempat ini masih asing, karena belum ada diantara kami yang pernah kesana, masih jarang juga pendaki yang kesana.

Bulu Moreno merupakan sebuah gunung yang memiliki ketinggian 831 Mdpl, terletak di Dusun MareMare3, Desa JanganJangan Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Kamipun berusaha mencari informasi tentang gunung ini dan mengatur rencana sebaik-baiknya, terutama persiapan buat tim yang akan turun.




Nani salah satu anggota SS menginformasikan ke saya kalau temannya pernah ke Bulu' Moreno, nani sudah bicara dan dia bersedia mengantarkan kita, Ooo baguslah ni'.. kalau begitu nanti kita infokan ke teman-teman yang lain siapa saja yang mau turun lapangan untuk survey, iye kak kata nani. Setelah menginformasikan pada anak SS lainnya beberapa orang merespon untuk ikut ke lapangan, diantaranya : Bunga, Tanti, Nisa, jadi fix 5 orang yang berangkat, kami ambil waktu hari sabtu malam karena nani dan saya kerja saat itu jadi bisanya sabtu-minggu. Kami janjian ngumpul di sekret (kost_an nisa di Antang) habis magrib, lalu sama-sama belanja dan mempersiapkan perlengkapan, planning kami tidak langsung nanjak, nginap di kaki gunung dulu, besoknya baru mendaki PP (pulang pergi). Setelah semua terpacking kami sama-sama berangkat ke rumah nani di daerah tol dekat salodong, kami jalan kesana sudah larut, pukul 22.00 melewati daerah Ba'doka yang terkenal rawan begal saat itu, tapi tak jadi pikiran kami, yang jadi pikiran saat itu cuma spirtus kok bisa kita lupa persiapkan, malam itu bunga membonceng tanti dan nisa (bonceng 3)langsung otw ke tempat nani sedang saya dibonceng sama Dion (teman bunga) masih keliling cari spirtus karena semua toko sudah tutup kami susul bunga dan yang lain, jalan begitu sunyi, hanya satu dua mobil yang melintas rasa khawatir mulai mengganggu, saya menyuruh dion untuk kebut susul motor bunga yang belum juga nampak, dan Alhamdulillah kami mendapati mereka diujung jalan Baddoka pas mau belok kiri masuk tol, lalu kami jalan beriringan menuju rumah nani yang sudah tak jauh. Tiba di rumah nani sudah pukul 22.40 kami masuk menunggu nani siap-siap lalu pamitan sama ibu bapaknya pas pada pukul 23.00, darisini kami motoran lagi sekitar dua jam menuju kaki gunung, tapi pada pertengahan jalan kulihat nani singgah dan nampak 2 orang pria disana yang berencana ikut bersama kami, mereka adalah kahar dan komodo yang akan mengantarkan kami ke Bulu Moreno, lanjut perjalanan menembus gelapnya malam menuju dusun maremare (kaki gunung moreno) pada jalanan menuju dusun kami melewati jalanan rusak dengan jalur menanjak dan menurun lalu melewati jalan setapak yang becek dan berkerikil tajam dan sedikit nanjak, pada jalur ini saya turun dan berjalan kaki teringat akan jalur penurunan jalan rusak saat saya terjatuh dulu. sayapun berjalan digelapnya malam hanya ada cahaya headlamp dan cahaya lampu motor yang sudah didepan menungguku, segera kupercepat langkahku menyusul mereka. lalu kami lanjut ke rumah pak dusun yang sudah tak jauh darisitu, suasana di perkampungan ini cukup gelap belum ada penerangan disini, mereka cuma menggunakan genset dan batas nyala cuma sampai jam 10 malam kata teman yang mengantar kami, lalu sampailah pada tangga rumah pak dusun, dia naik lebih dahulu membuka pintu rumah berupa pagar kayu lalu aku dan teman-teman lain menyusul, waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 dinihari, apa kami langsung istirahat (tidur) ?? tidak, kami masih bercerita sambil ngemil,  Kahar yang sedikit kaget mendengar rencana kami mendaki PP menelpon temannya ancha biar pendakian besok ramai, sekalian minta diantarkan spirtus. Waktu menunjukkan pukul 03.00 ketika ancha bersama seorang kawannya muncul dan kami belum juga tertidur, spirtus yang dibawa oleh ancha segera digunakan untuk masak air lalu ngopi bareng, Setelah lelah kamipun beristirahat dan terbangun pukul 05.15.



Suasana pagi di rumah pak dusun


Siap-siap berangkat

Jalan sekitar rumah pak dusun

Kami start pukul 08.30 pagi berangkat dari rumah pak dusun melewati dusun maremare dengan jalur pengerasan yang mulai nanjak, kemudian  mulai memasuki jalan setapak melewati kebun warga lalu masuk ke canopy hutan yang sangat rapat dengan melalui jalur tanjakan dan penurunan.

start perjalanan melewati jalur pengerasan

Kami mulai melewati jalur setapak dimana kanan kiri terdapat pepohonan yang entah pohon apa namun selama perjalanan rasanya tak ada angin, terasa panas, dan membuatku sesekali meraih botol disamping daypack dan singgah sebentar sambil menunggu teman-teman dibelakang karena kami harus jalan beriringan biar tidak ada rasa khawatir diantara kami. kami terus berjalan mengikuti jalan setapak yang sebagian tertutupi daun-daun kering, kami juga melewati beberapa sumber air yang mengalir dari celah batu.



jalur penurunan yang dilewati saat awal perjalanan

hewan kecil yang kami temukan di bulu moreno


Jenis buah yang ada di sekitar jalur


Pohon coklat yang ada di jalur

Sumber air yang kami lewati

Setelah beberapa jam berjalan saya dan komodo yang berjalan didepan menemukan tempat yang cukup luas dan agak datar, kami putuskan untuk istirahat sejenak disini, sambil menunggu teman-teman lain, Bunga dan dion muncul dari kejauhan lalu mereka mengeluarkan botol besar yang berisi coca cola, saya yang tadinya merasa panas jadi sedikit adem disini apalagi dengan meneguk segelas coca-cola yang dituangkan oleh bunga, tidak biasanya loh kami mendaki membawa minuman bersoda, meski saya sangat menghindari tapi kali jadi pilihan yang tepat, tenggorokan seketika berasa plong.



Tempat kami beristirahat
Nani, kahar, ancha, tanti dan nisa tiba bersamaan dan gabung bersama kami menikmati coca cola dan camilan sambil bercerita santai. Waktu menunjukkan Pukul 11.00 saat kami memutuskan untuk lanjut kali ini kami melewati medan dengan tanjakan yang lumayan menuju pinus moreno, kami terus menanjak bersama-sama hingga mendapati sepanjang jalur yang tertutup oleh daun-daun pinus menandakan kalau kami sudah dekat. Alhamdulillah kami tiba pukul 11.20 disini, istirahat lagi menikmati pemandangan disini.

Jalan yang melipir dan sedikit nanjak





Tempat terbuka pada jalan menuju puncak


Hutan pinus moreno


Adik kakak nich





Rest sejenak menikmati udara segar yang begitu alami

Teman-teman yang mengantar kami
Daunnya unik


Suasana yang membuat kami betah berlama-lama disini

Setelah beristirahat kurang lebih 30 menit, kami melanjutkan perjalanan yang tanjakannya sudah biasa saja namun tidak landai juga, kami mempercepat langkah hingga menemukan tempat luas yang terbuka dan terdapat sumber air disini, kami berhenti sejenak kata kahar biasanya teman-teman camp disini karena lumayan datar dan ada sumber air juga, Ooo iya seandainya besok libur lagi pasti kita buat perencanaan untuk camp, sayang sekali.. yaaa lain kalilah kataku sambil menatapi jalur didepan berupa hamparan luas yang cukup menanjak, dari sini ke puncak berapa lama ? tanyaku, dia jawab yaaa 15 menitlah katanya, baiklaah kita langsung saja yuukk sambil melirik ke teman-teman yang lain, mengingat waktu yang sudah semakin siang, dan rencana PP kami, merekapun menjawab iya kak lanjut saja, lalu kami mulai berjalan lagi melalui tanjakan-tanjakan kecil menikmati hembusan angin, alhamdulillah kita dapat mendung pas perjalanan sampai di puncak.


Perjalanan menuju puncak





Dari tanjakan terakhir tampak puncak moreno berupa trenggulasi kecil diantara bebatuan yang sekitarnya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi. Kami nikmati sejenak pemandangan sekitar puncak dengan udara segarnya, tidak lupa kami mengabadikan  moment. Kami beristirahat sambil masak buat makan siang, lalu pada pukul 14.15 kami memutuskan untuk turun kembali, pada pertengahan jalan menuju pinus kami kehujanan.



Puncak Moreno

Foto bersama di puncak







Hujan yang cukup deras menyertai kami saat perjalanan turun sesampai di pinus kami kembali melewati jalur yang sangat menanjak tadi, kali ini penurunan dan disini sangat licin, jalan jadi becek, sayapun memanfaatkan akar pohon yang cukup panjang sebagai pegangan untuk turun sampai kebawah lalu lanjut berjalan, pada pertengahan jalan saya mengkhawatirkan adik-adikku yang dibelakang, kalau bunga dan nani kan sudah biasa tapi nisa dan tanti mereka pemula itu yang menganggu pikiranku saat itu sampai saya berjalan seperti orang linglung sambil sesekali melirik kebelakang, komodo yang berjalan didepanku memperhatikan dan bertanya, kenapa kak? kita berhenti didepan yaa kalau dapat tempat rest, kita tunggu anak-anak yang dibelakang, kataku, Ooo iya kak, katanya. Akhirnya kami dapat tempat datar dan singgah, saya cerita sedikit tentang rasa khawatirku, tapi dia jawab tak usah khawatir kak mereka ada yang back up kok dibelakang, dalam hati "iya juga yaa, lagian meski pemula nisa dan tanti juga sudah sering ikut jalan bersama kami, kenapa saya harus khawatir? " tak lama kemudian bunga dan dion muncul, lalu gabung bersama kami, perasaan sudah mulai dingin, sayapun lanjut berjalan bersama komodo ketika nani dan kahar muncul dan memberi kabar kalau dibelakang baik-baik saja, Alhamdulillah. Perjalanan kembali melewati jalur pepohonan yang sangat rapat menanjak dan menurun, kalau dapat gelap disini ngeri juga yaa kataku dan komodo cuma senyum, sambil mempercepat langkah hingga kami tiba pada jalur pengerasan sekitar dusun, disini ada seekor anjing yang menyalak pada kami, aku kaget hingga tiba-tiba saja beberapa ekor anjing menyalak disekeliling kami, saya spontan melompat ke arah komodo, jangan lari kak, tenang saja katanya, sambil mengusir anjing-anjing itu, wuaaah jadi sport jantung, pendakian Alhamdulillah asik-asik saja tapi anjing-anjing itu bikin sport jantung kataku, tau nggak orang yang mau bunuh diri saja bisa kabur kalau dikejar anjing ganas, hahaa.. komodo cuma tertawa dan tak terasa kami sudah sampai di rumah pak dusun, saat waktu menunjukkan pukul 17.30, saya segera mandi. Setelah mandi teman-teman yang lain juga sudah tiba, kami segera packing kembali, dan siap-siap balik ke Makassar. Pukul 19.00 setelah ngopi, kamipun pamit sama pak dusun lalu melanjutkan perjalanan, melewati jalan setapak yang becek, kemudian jalan berbatu lalu kembali ke jalan aspal menembus gelapnya malam seperti kemarin.

Tuntas sudah Pendakian kami di Bulu Moreno dalam rangka survey. Terimakasih buat Kahar, Komodo, dkk yang telah mengantarkan kami kesana, dan juga buat teman-teman SS yang slalu kompak selama di lapangan.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menggapai Atap Sumatera Part 2

Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi di Indonesia berada pada garis 10A*45,50’ LS dan 10A*160’ BT,   statusnya masih aktif den...

Popular Posts