Hellboy Pointer | Simphony Rimbaku
RSS

Kubah Indah "Bulu Poddo"

Sepulang kerja saya langsung siap-siap menuju rumah Ela (Srikandi), sudah janjian sama Jaka (suami Ela) untuk mampir mengcopy file brosur dan spanduk yang sudah didesignnya, setelah tiba mampir sejenak bercerita sama mereka dan membahas sedikit soal kegiatan sambil menunggu copy file yang sedang loading di laptop Jaka, Sehabis magrib sayapun mengambil copy file tersebut, berterimakasih, lalu pamit. Brosur ini akan kami sebar di media sosial (Fb dan Twitter) bertujuan untuk menginformasikan pada kawan-kawan yang ingin ikut bergabung/meramaikan  kegiatan berupa pendakian dan baksos dalam rangka "Memperingati Hari Perempuan Sedunia". Kegiatan ini bertemakan "Bersama Berbuat dan Peduli" sesuai tema dari pusat. Disini akan kami tunjukkan bahwa keterlibatan kami (Perempuan) dalam dunia petualang bukan hanya sebatas bertualang tapi kami akan menunjukkan kalau kami juga peduli dengan sesama karena kegiatan ini bukan cuma pendakian saja tapi juga ada baksos dan pengenalan konservasi pada warga sekitar.



Kami fix memilih Bulu Poddo sebagai lokasi kegiatan, setelah dua kali survey lokasi dengan jalur yang berbeda. Survey pertama melalui Dusun Balleanging, Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dengan tim survey : Nani, Nisa, Tanti, dan Lisda, ditemani oleh Phiton (Adik MV) juga ikut Ikhul (Reinkarnasi) bersama seorang kawannya, kami diantar oleh Edi dan Kancil (Wirpala). Kemudian menurut salah seorang teman di Wirpala ada jalur kedua dimana letaknya agak terpencil, untuk baksos lebih cocok disana, lalu kami turunkan tim survey kedua, kali ini yang turun cuma cewek-cewek yakni : Tanti (Ketua Panitia), Nisa, Inha, dan Chiby meski saya khawatir melepas mereka tapi saya percaya pada Inha dan Chiby kalau mereka akan berhati-hati selama perjalanan juga saling jaga. Sepulang darisana tim survey kedua menyatakan akses jalur kesana tidak layak karena mereka harus melalui jalan rusak yang nanjak untuk sampai ke kampung, akhirnya kami rapat dan fixkan jalur pertama.

Jalan menuju lokasi kegiatan


Tim Survey Pertama

Tim Survey kedua

Lokasi telah fix menggunakan jalur pertama, saya, Dilla, Anri, Nani berkunjung kembali ke Wirpala untuk menanyakan rumah pak Dusun karena kami bertujuan mengantarkan surat, tapi sesampai disana yang kami jumpai senior-senior mereka, awalnya sempat kerjain kami tapi setelah itu berbaik hati mengantar sampai ke rumah pak Dusun, bahkan sepulang darisana sempat mampir di rumah salah seorang senior lagi, mereka menjamu kami disana dengan ikan bakar. wuaah makasih banyak, maaf banget kalau kami merepotkan kataku sambil pamitan, tidak apa-apa katanya jawab kakak itu.


Tim berikutnya yang turun mengantarkan surat
Tempat yang diberikan pak Dusun untuk kegiatan kami

Setelah menyebar iklan tak lupa kami persiapkan kebutuhan lainnya, seperti cetak spanduk, alat tulis yang akan dibagikan pada anak SD sekitaran kaki gunung, dan juga tak lupa untuk cetak kaos kegiatan yang akan kami pakai nanti, biar lebih keren karena seragam. Hingga jelang hari H ada 2 orang yang fix ikut bersama kami mereka adalah Anti dan Mila anak Mapala USN Kolaka.

Pagi itu saya masih sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor mengingat besok akan ijin tidak masuk, dikarenakan kegiatan ini. Hingga kerjaan selesai saya buru-buru pulang dan bergegas ke rumah Nani karena kami ngumpul disana (Salodong) malam itu, meski kondisi saya sedang kurang sehat, demam dan mules-mules tapi saya paksakan untuk kesana, awalnya dengan niat untuk cek persiapan keberangkatan dan kemudian jujur pada mereka kalau kondisiku lagi kurang sehat. Dengan berat hati saya menyampaikan kalau tidak bisa ikut, Nani kaget dia langsung protes, kenapa kak? kondisiku lagi kurang fit dek, lemas karena mules-mules dan sedikit demam jawabku, laah jangan begitu kak, masa tidak ikutki'.. pungkas nani, dalam hati sempat berkata iya juga ya masa saya tidak ikut padahal sudah ijin, sudah safetykan perlengkapan juga tapi kalau saya ikut yang niatnya mengontrol kalian nanti malah jadi ngerepotin kalian, kataku, begini deh kak sambil berjalan ke arah kamarnya lalu kemudian balik dengan membawa kotak obat, ini obat kak, minumki sekarang, tidak apa kalau kita agak telat berangkat yang penting ikutki, katanya lagi, boleh juga nich ucapku dalam hati seraya meraih obat tersebut dan mengambil peples air yang ada disamping daypack, sesudah minum obat saya beristirahat, nisa dan anri mempersiapkan perlengkapan sedang nani dan dilla mengurus mobil rental, tak lama kemudian bintang datang, agak telat tapi kami maklumi karena rumahnya di daerah Gowa.

Kami berangkat dengan menggunakan mobil open cap yang telah dirental dengan biaya tiga ratus ribu rupiah, selain kami mobil ini juga memuat semua perlengkapan kegiatan dengan tujuan utama kampus Politani karena teman Mapala USN (Mila, Anti, Kholis) langsung menunggu disana. Setiba disana kami jemput mereka dan beberapa teman Wirpala yang akan ikut lalu lanjut menuju Balleanging (kaki gunung), yang biasanya kesini dengan motor saja ngeri apalagi naik mobil open cap lebih ngeri lagi karena mobilnya susah naik pada jalur yang menanjak. Beberapa kali kami turun dari mobil, untung ada teman cowok dari Kolaka dan teman Wirpala yang bantu mendorong/menahan mobil kala susah nanjak sampai akhirnya tiba di lokasi. Barang-barang segera diturunkan, lalu beristirahat pada tempat yang disediakan oleh pak dusun. Malam itu kami tak lama beres-beres karena sesudah makan malam kami langsung tidur mengingat besok harus bangun pagi dan lanjut beraktivitas. Hari masih gelap ketika kudengar suara bising yang berasal dari belakang, akupun terbangun dan mencari asal suara itu ternyata anak-anak lagi cuci piring, kulirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku, waktu menunjukkan pukul 05.00 kami lanjut dengan aktifitas masing-masing hingga hari mulai terang kamar mandi menjadi antri, sesudah mandi dengan bersemangat kukenakan kaos baru yang berwarna merah dengan lengan abu-abu yaa itu adalah kaos kegiatan yang sebentar lagi akan dimulai.


Foto bersama sebelum berkegiatan
Anak-anak SD kami kumpulkan setelah mereka pulang dari sekolah, lalu kami mulai membagikan kertas dan crayon pada mereka, karena agenda pertama adalah lomba mewarnai, yang awalnya malu-malu langsung jadi ceria dan bersemangat mewarnai.


Mulai mewarnai gambar



tim lain yang nampak bekerjasama

Semua tampak serius dengan crayonnya

Kakak Nisa membagikan bingkisan

Semua bersemangat mewarnai kertas gambar yang dibagikan, ketika selesai semua menunjukkan hasilnya sebelum dikumpulkan, Bintang, Nani, dan Tanti menerima semua kertas tersebut lalu memberikan penilaian mereka, 3 orang yang juara mendapatkan hadiah dan yang lain mendapat bingkisan kecil dari kami berupa alat tulis, setelah itu anak-anak ngumpul lagi dan disini kakak bintang dan kakak anti memberikan pencerahan sedikit tentang konservasi dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kelestarian alam mengingat ini adalah area kaki gunung Bulu Poddo, teman-teman Srikandi lain ikut mendengarkan arahan tersebut. Seperti inilah cara kami "Komunitas Perempuan Petualang Indonesia - Srikandi Nusantara" Korwil Sulawesi memperingati moment Hari Perempuan Sedunia, selain pendakian yang akan kami lakukan setelah kegiatan ini.


Mereka menunjukkan kertas gambar masing-masing

Srikandi Bersama anak-anak SD
Kegiatan baksos dan pengenalan konservasi telah usai dan berlanjut pada kegiatan selanjutnya yakni pendakian gunung Bulu Poddo yang memakan waktu sekitar 3 jam menuju puncak. Kamipun siap-siap lalu berdoa bersama sebelum memulai perjalanan.


Siap-siap berangkat menuju Bulu'Poddo

Saya, Anti, dan anak-anak lainnya mulai berjalan menyusuri jalan aspal sampai di penghujungnya lalu mulai memasuki jalan bebatuan dengan pohon-pohon disekitarnya kemudian mendapati sungai dan harus melakukan penyebrangan pertama,  posisiku didepan lalu disusul anak-anak srikandi lainnya, dibelakang dan teman-teman dari Wirpala yang ikut mem_back up kami.


Melewati penyebrangan pertama

Meski dangkal tapi tetap basah
Dua kali penyebrangan basah kami lakukan kemudian masih tetap menyusuri sungai sampai pada satu tempat agak datar setelah nanjak, kami beristirahat disana sebagian teman sibuk dengan sepatu, perjalanan masih panjang, pakai kembali sepatunya kataku sambil ikut mengenakan kaos kaki. Merasa safety dengan sepatu masing-masing, kami lalu lanjut berjalan memasuki jalan setapak dengan jalur yang yang mulai menanjak, selama perjalanan kami lewati lagi aliran sungai namun kita tak perlu lepas sepatu karena banyak bebatuan yang bisa dijadikan pijakan kaki, lalu kami memasuki jalur dengan beberapa durian berserakan sepanjang jalan, yaaa ada pohon durian disini tapi kami lanjut saja sampai pada jalan yang menanjak dan terbuka, didepan nampak sebuah bukit hijau, tanjakan demi tanjakan dengan jalur yang agak panjang kami lalui sampai kami tiba di sebuah bukit hijau. Darisini nampak puncak Bulu Poddo yang Indah menyerupai sebuah kubah memiliki ketinggian 735 Mdpl, konon katanya di puncak itu adalah tempat para wali sholat, bulu poddo ini berasal dari bahasa Makassar, Bulu yang artinya gunung/bukit dan poddo yang diartikan runcing,  sangat sesuai dengan puncak hijau yang ada dihadapanku saat itu. Saya tiba pukul 17.20 sudah terlalu sore karena kami tadi start siang pukul 14.05.

Rest sejenak pada pinggiran sungai berikutnya

Aliran air yang cukup jernih

Bukit Indah disekitaran puncak Bulu Poddo

Setiba disana saya santai sejenak menikmati pemandangan sambil menunggu beberapa teman yang masih dibelakang, anti dan mila sudah ada bersamaku dan 2 orang anak Wirpala. Karena tenda berada pada packingan carrierku, saya langsung mengeluarkannya, dan dibantu oleh teman untuk memasangnya. sampai anak-anak tiba baru kami keluarkan perlengkapan masak, namun disini kami cuma bisa makan yang praktis karena tak ada sumber air disekitar sini kecuali sungai yang dibawah, lumayan jauh. Nani sibuk memasak sedang saya yang habis minum obat sudah langsung tertidur, entah pengaruh lelah atau pengaruh obat.


Benar-benar menikmati suasananya


Bukit Hijau nan Indah
Bangun pagi kami cuma sarapan dengan roti lalu lanjut muncak, perjalanan kesana nanjak  full, kalau kemarin kita hanya menggunakan kaki untuk pendakian kali ini harus menggunakan bantuan tangan (Scrambling) memanjati bebatuan terus jalur nanjak yang cuma ada rumput-rumput kecil yang tak bisa dijadikan pegangan, disini mata harus jeli mencari pegangan dan tumpuan kaki. setelah 15 menit berjalan saya sampai di puncak didepanku sudah ada edi Wirpala dan Kholis USN lalu dibelakangku ada Anti dan Mila, disusul teman-teman lain dibelakangnya. 

Foto bersama dengan latar puncak Bulupoddo yang menyerupai Kubah Indah


Menikmati udara sejuknya


Bendera kami nich untuk Korwil Sulawesi dipegang oleh Nani dan Dila


Puncak Bukit
Seperti ini jalur nanjak ke puncak


Setiba disana kami santai menikmati pemandangan sambil menunggu yang lain, setelah lengkap barulah kami foto bersama, moment seperti ini sayang jika dilewatkan.


Puncak Bulu Poddo

Sekitaran trenggulasi Bulu Poddo
Cuma 20 menit di puncak kami langsung turun lagi dan gabung bersama teman-teman di camp setelah itu packing lalu kami turun karena berencana masak dan makan siang ditepi sungai. Kami kembali berjalan melewati penurunan dari puncak bukit, darisini jalan harus berhati-hati karena sangat sedikit bebatuan yang bisa jadi tumpuan kaki, jika hilang keseimbangan bisa jatuh terguling-guling, kemudian kami memasuki jalur bebatuan yang sudah dekat dari aliran sungai namun bukan ini tempat yang kami maksud nanti agak kebawah lalu bertemu sungai yang airnya lumayan juga jernih, disini kami singgah masak dan sebagian teman juga mandi dsini.

 
Serunya memasak di pinggiran sungai dibawah pepohonan

Setelah puas main air, makan siang, kami segera packing dan turun kembali melewati beberapa aliran sungai dan 2x penyebrangan basah, lalu berjalan kembali hingga menemukan jalan aspal lalu kami cari angkot dan menuju sekret Wirpala, darisana kami mandi, dan istirahat sebentar di kost teman wirpala kemudian balik ke Makassar bersama Dilla.

Selesai sudah kegiatan dan pendakian kami di Bulu Poddo, Terimakasih pada Allah SWT. yang selalu melindungi kami hingga selesainya kegiatan, Terimakasih buat Jaka yang sudah bantu design spanduk dan brosur kegiatan kami, Terimakasih buat teman-teman Wirpala yang sudah banyak membantu hingga suksesnya kegiatan kami, dan juga buat Anti, Mila dan Kholis  (Mapala USN) yang sudah gabung dan meramaikan kegiatan kami.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kartini Cantik "Bulu Sorongan"

Tanggal 21 April merupakan moment bersejarah buat perempuan-perempuan Indonesia,. Beberapa perempuan atau komunitas biasanya memperingati hari yang merupakan kebangkitan emansipasi wanita yang diprakarsai langsung oleh RA Kartini, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang memberi makna ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada bangsa ini. Begitupun dengan kami yang tergabung dalam satu komunitas yakni Komunitas Perempuan Petualang Indonesia.

Jelang hari kartini kami disibukkan dengan persiapan pendakian bersama yang dibuat khusus untuk wanita-wanita petualang, konsepnya adalah "Jambore Perempuan Petualang Indonesia", untuk meramaikan acara kamipun membuat iklan lalu disebar ke beberapa akun media sosial seperti facebook dan twitter, namun sebelum beriklan dan menentukan lokasi tentunya kami telah survey terlebih dahulu.

Bulu Sorongan yang merupakan lokasi kegiatan kami berada di Desa Parenreng Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Memiliki ketinggian 731 Mdpl dengan jalur yang lumayan dan menurutku cocok buat pemula, untuk ke tempat ini butuh waktu kurang lebih 2 jam (motoran) dari kota Makassar (kalau tidak macet), kemudian pendakian butuh waktu kurang lebih 3  jam untuk sampai ke puncak. waktu itu kami berangkat survey pagi dan tiba kembali di kota Makassar Sore sekitar pukul lima, kami diantar oleh Rexy dan Ipul (anak OC). Setelah survey kami terus beraktivitas lanjut dengan pembuatan brosur dan iklan.


Brosur Kegiatan

Dari iklan yang dibuat kami dapat 7 orang pendaftar yang fix ikut kegiatan, mereka adalah : Nisa, Rahma, Tanti, Ela, Dilla, Asra, Mama dedeh yang berasal dari kampus yang berbeda. Merekapun isi formulir dan melengkapi administrasi sesuai syarat dari panitia, setelah itu mempersiapkan alat/perlengkapan pendakian sesuai instruksi dari kami selaku penyelenggara kegiatan. Meski personil kami lumayan banyak waktu itu, namun yang siap turun lapangan cuma beberapa orang karena terkendala dengan kesibukan masing-masing, namun demikian yang lain juga  masih membantu dalam beberapa persiapan kegiatan seperti survey lokasi, penggalangan dana berupa bazar dan penjualan sticker, dan juga menghadiri rapat yang berhubungan dengan konsep acara.

Hari yang dinantikan tiba, panitia yang fix turun waktu itu cuma Tety (ketua panitia), Anri (Sekretaris) , Mol, Bunga, Chiby, Nani dan saya kami berjumlah 7 orang dan peserta berjumlah 7 orang, kumpul di sekret yang juga sekret FMI saat itu. Setelah semua siap kami berdoa bersama, lalu berangkat dengan menggunakan mobil angkot (pete-pete) yang sudah kami charter, ben dan piton (adik di MV) ikut bersama kami untuk back up dilapangan. sebagian panitia naik motor, karena berangkat sore kami tiba malam dan turun di ..... sekitar kaki gunung. Hari mulai gelap saat kami tiba, beberapa teman langsung mengeluarkan perlengkapan masak, sebagian lagi menyalakan lampu buat penerangan. Setelah makan malam kami langsung istirahat tapi saat hendak tidur terdengar suara bising diluar sana, nampak beberapa motor masuk pagar ternyata mereka adalah rombongan panitia, tety membawa satu orang teman cowok yang tak asing wajahnya, dia adalah supa (adik di MR), setelah lama bercerita saya lanjut beristirahat, mengingat besok kami masih harus beraktivitas.


Foto bersama di depan sekret


Tempat camp kami di Desa Parenreng

Pukul 09.00 kami mulai berjalan dari aula tempat kami camp ke kaki gunung Bulu Sorongan yang sudah tak jauh, karena perijinan sudah kami tembuskan ke pak Desa maka kami langsung berkumpul di kaki gunung, foto bareng (buat dokumentasi), doa bersama dan kemudian berangkat tepat pada pukul 10.00 Wita.

Latar Bulu Sorongan dibelakang kami

Berdoa bersama sebelum melakukan pendakian
Kami mulai berjalan melewati jalan setapak yang terbuka kemudian memasuki jalan dimana kanan kiri adalah area sawah penduduk, matahari lagi terik-teriknya saat itu, hinnga melewati persawahan ada tempat yang sedikit adem kami berhenti sejenak dan berteduh disana setelah itu kami mulai melewati jalan setapak yang agak lebar dan mulai menanjak, kami jalan beriringan, saya berjalan dibelakang Tety, ketupat sekaligus leader di lapangan, dibelakang saya ada mol (partner mendakiku), beberapa panitia dan peserta kemudian paling belakang ada chiby sebagai sweeper, sedang teman cowok berjalan pada jalur sebelah sambil memantau dan membiarkan kami mandiri.


Jalan beriringan pada awal start pendakian

Masih kompak jalan bersama


Sawah yang dilewati saat start pendakian
Rest sejenak








Tanjakan demi tanjakan kami lalui sampai kami tiba pada sebuah mata air yang mirip air terjun (atau mungkin sudah masuk kategori air terjun) , tempatnya cukup adem membuat kami betah disini tapi karena beberapa teman harus balik ke Makassar hari itu juga maka kami tak bisa berlama-lama, lanjut lagi berjalan hingga bukit teletubbies sorongan nampak didepan kami.

kekompakan peserta



Semuanya senang tapi karena kami tiba siang, kami harus mencari tempat-tempat adem disekitar bukit lalu beristirahat sejenak, masak kemudian makan siang, lalu lanjut pada acara lomba. Dari pusat Komunitas Perempuan Petualang Indonesia - Srikandi Nusantara mengirimi kami produk-produk dari sponsor, sebagian berupa kaos yang dipakai panitia dan lebihnya dijadikan hadiah lomba antara peserta dan panitia yang bukan cuma buat seru-seruan tapi juga buat meningkatkan semangat kami dalam memperingati Hari Kartini ini. beberapa lomba yang kami adakan yakni : lomba lari sambung matras/tim, lomba lari karung/tim dan lomba pidato/per orang (khusus peserta).


Seru-seruan panitia dan peserta

Lomba lari karung



Panitia dan Peserta

Setelah lomba sambung matras dan lomba lari karung selesai Mol, Bunga dan Nani pamit pulang karena besok senin dan mereka harus kerja, bagaimana denganku ? saya juga kerja tapi karena tanggungjawabku sebagai korwil di Hari Kartini besok maka saya harus  ijin telat masuk kantor. Tenda belum juga kami pasang saat waktu semakin sore, kami malah memilih main ke puncak sebelah dengan bekal snack dan senter. pada perjalanan ini kami harus nanjak-nanjak lagi tapi tidak lama karena puncaknya dekat, darisini pemandangan begitu indah, udara sejuk, hingga senja tiba pemandanganpun semakin indah.

Ceria bersama mereka

Sunset Bulu Sorongan

Foto bersama saat senja


Sudah hampir pukul 6 saat kami tinggalkan tempat ini dan tiba dibawah pukul 18.05 hari sudah mulai gelap dan kami segera bergerak memasang tenda masing-masing, kemudian lanjut beraktivitas yakni aktivitas masak-masak, meski sambil ngerumpi hasil masakan mereka tetap enaak. Setelah itu kami makan malam dan beristirahat karena besok masih ada agenda selanjutnya.

Tak kalah seru dengan lomba

ini nich perempuan-perempuan luar biasa
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya kala teman-teman sedang menikmati sarapan karena hendak muncak pagi itu, sedikit meluangkan waktu untuk mengabadikan moment pagi di bukit teletubbies sorongan, lalu semua bergegas siap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak yang sudah tak jauh darisini. Setelah siap kami lanjut nanjak dibawak teriknya sinar matahari pagi yang kadang berganti mendung sesaat, langkah yang begitu bersemangat pada moment ini membuat kami tiba cepat di puncak.

Keceriaan di pagi hari

Sarapan Pagi kami



Perjalanan menuju puncak

Setiba di puncak kami langsung lanjut agenda berikutnya yakni moment Memperingati Hari Kartini , karena emansipasi wanita bukan hanya menjadi sebatas wacana yang menghiasi kehidupan, terbukti dengan hadirnya kami disini adalah wujud keberanian untuk keluar dari zona nyaman  dan mengeksplor hobi serta bakat yang ada pada diri masing-masing. Kamipun mengenakan kebaya di puncak tapi tidak menjadikannya simbolisme semata karena dilanjutkan dengan lomba pidato bertema "Refleksi Perempuan Masa Kini" satu persatu mereka maju menunjukkan semangat dan bakat masing-masing. Setelah itu lanjut lagi dengan lomba Make Up (dandan), masing-masing berdandan dibawah teriknya cahaya matahari pada puncak Bulu Sorongan. Meski petualang mereka juga bisa dandan, jago masak, anaknya asik, seruu, apalagi yaa..? pokoknya  mereka the best. Setelah mengenakan kebaya dan make up, Bulu Sorongan yang indah menjadi lebih indah dengan adanya kartini-kartini cantik ini.


Memperingati Hari Kartini di Puncak Sorongan



Kartini-Kartini Cantik Bulu Sorongan

Kartini cantik Bulu Sorongan


Pemenang lomba pidato



Lomba pidato memperingati hari kartini


Terimakasih buat AVTECH yang sudah sponsor kegiatan kami
  
Seru-seruan sejenak dibawah teriknya matahari

Setelah rangkaian kegiatan selesai dan sinar matahari semakin terik, kami segera turun kembali ke bukit teletubbies melewati jalur sebelumnya, yang pasti setelah ganti kostum, sesampai dibawah kami langsung beres-beres, makan lalu packing dan siap-siap pulang.


Perjalanan turun dari puncak


Berdoa bersama sebelum turun

Setelah berdoa bersama kamipun langsung turun, dengan hati yang sangat lega karena kegiatan telah selesai, saya meninggalkan tempat ini dan berharap kapan-kapan bisa main kesini lagi. Kami mulai menjalani hijaunya hamparan luas bukit teletubbies lalu kembali melewati jalur terbuka dan jalan setapak juga kembali melewati sawah-sawah penduduk, lalu sampailah kami di sekolah tempat kami start perjalanan kemarin, disini sudah nampak kendaraan lalu lalang.


Perjalanan Turun dari bukit teletubbies

Didepan sekolah ada warung yang menyajikan minuman dingin, kami beristirahat disana, dan saya segera urus charteran mobil angkot untuk balik ke Makassar mengingat waktu yang semakin siang dan saya harus kembali masuk kerja. Tuntas sudah perjalanan dan juga kegiatan di Bulu Sorongan, terimakasih buat semua yang sudah berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini, terutama buat para sponsor,  Srikandi Nusantara pusat, Ben, Piton, Sikamali (Adik di MV) Supa (Adik di MR) dan Rexy (OC) dan juga kekompakan teman-teman Srikandi Nusantara Korwil Sulawesi.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menggapai Atap Sumatera Part 2

Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi di Indonesia berada pada garis 10A*45,50’ LS dan 10A*160’ BT,   statusnya masih aktif den...

Popular Posts